BEKAL MENUJU AKHIRAT

Bekal menuju akhirat

Dalam perjalanan, kemanapun itu maka kita diharuskan membawa bekal, sesuai dengan tujuan perjalanan kita. Tujuan kita adalah surga, dan bekalnya adalah taqwa.

Albaqoroh: 197
وتزودوا فإن خير الزاد التقوى، واتقون يا أولي الألباب
Berbekallah kalian sesungguhnya sebaik baik bekal adalah taqwa, maka bertakwalah kepadaku wahai orang yang memiliki akal sehat.


Dan defenisi taqwa yang paling bagus dan mencakup adalah perkataan Ali Radhiyallahu Anhu. Yaitu
 "التقوى : الخوف من الجليل ، والعمل بالتنزيل ، والقناعة بالقليل ، والاستعداد ليوم الرحيل .
Takut kepada Allah yang maha mulia, beramal sesuai dengan wahyu, cukup dan ridho dengan yang sedikit, mempersiapkan untuk hari akhir.

Keutamaan orang bertaqwa disebutkan dalam 
-At-tholaq: 1-5., Dan Ali imron ayat 133
1. Allah akan berikan jalan keluar. (Solusi ketika ada masalah)
2. Allah akan berikan rezeki dari tempat yg tidak terduga.
3. Allah akan berikan kemudahan, bedanya dengan poin yang pertama, jika yang pertama masih umum, dalam artian mungkin jalan keluar solusi yang Allah berikan sulit untuk di jalani, ia harus jatuh bangun, namun pada poin ke tiga ini Allah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan kemudahan.
4. Allah akan memberikan maaf atas kesalahannya dan melipat gandakan pahalanya.
-Ali Imran 133

Dalam definisi Ali Radhiyallahu Anhu tentang takwa dapat dirincikan:
1. Takut kepada Allah
Dan takut kepada Allah adalah kunci dari segala ibadah, dengan rasa takut maka kita dapat mengontrol gejolak dan bisikan buruk dalam diri kita. Makanya hendaknya kita selalu merasa takut kepada Allah, karena itu adalah ciri orang bertaqwa. Allah berfirman (yang artinya) : “..Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku” (QS. Al Ma’idah: 44).
Maka takut kepada Allah (al khauf minallah) adalah salah satu bentuk ibadah yang semestinya dicamkan oleh setiap mukmin.

Allah juga berfirman tentang hamba-hambanya yang paling mulia, yaitu para Nabi ‘alahimus wassalam (artinya) : “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami” (QS. Al Anbiya: 90) 

Rasa takut kita kepada Allah akan membuahkan keimanan yang kokoh, semangat dalam beramal dan takut untuk melanggar aturanNya. Bukan kah orang yang paling takut kepada Allah adalah nabi kita Muhammad shalallahu alahi wasallam
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam  bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim).

2. Beramal sesuai dengan wahyu.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى {123} وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. (Q.S Thaha: 123, 124).

Dalam hadits diriwayatkan:
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (HaditsShahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. 

3. Merasa cukup dan ridho dengan yang sedikit.
Ada satu hadist yang hendaknya kita selalu mengingatnya, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Sungguh sangat beruntung orang yang telah masuk Islam, diberikan rizki yang cukup dan Allah mengaruniakannya sifat qana’ah (merasa puas) dengan apa yang diberikan kepadanya.” (HR. Muslim, no. 1054). 

Falam urusan dunia hendaknya kitabselalu melihat kebawah, melihat orang yang lebih susah dari kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Muslim, no. 2963).

4. Mempersiapkan diri untuk hari akhir.
ingat! perbandingan dunia dengan akhirat seperti setetes air ketika jari kita dicelupkan ke luasnya lautan. Dunia ini fana, sementara akhirat kekal abadi selamanya..
Semoga Allah membukakan pintu-pintu kebaikannya pada kita.


Faedah Tabligh Akbar dengan judul "Bekal Menuju Akhirat"
Diringkas oleh Admin.
Silahkan follow akun resmi Ustadz Khalid Basalamah di:
Youtube: Khalid Basalamah Official
Instagram dan Telegram: @khalidbasalamahofficial
FP Facebook: Ustad Khalid Z.A Basalamah

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BEKAL MENUJU AKHIRAT "

Posting Komentar